Hal itu ditegaskan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule menanggapi pesan mendalam yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait bansos dan perlindungan sosial dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI.
Iwan Sumule mengutip kembali pesan kunci dari Kepala Negara yang menekankan filosofi kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat.
"Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyatnya. Negara hadir untuk memastikan kerja keras rakyatnya tidak sia-sia," ujar Iwan Sumule mengutip pidato Presiden Prabowo, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sosok yang juga Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) ini juga menyoroti pentingnya pemahaman publik terhadap sistem demokrasi yang tengah diperjuangkan bangsa Indonesia saat ini.
Ia mengajak masyarakat untuk mematuhi dan menghormati proses demokrasi yang telah melahirkan kepemimpinan nasional terpilih melalui mandat rakyat.
"Kita ini percaya dengan demokrasi yang sedang diperjuangkan saat ini kah? Atau jangan-jangan kita ini bukan saja tidak percaya demokrasi, tapi tidak paham?" tegas Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menerangkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah dipilih secara sah melalui proses dan sistem demokrasi. Walaupun disadari masih terdapat berbagai kekurangan serta hal yang perlu diperbaiki bersama dalam perjalanan demokrasi di Tanah Air, mandat tersebut wajib dijalankan secara konkrit.
Menurutnya, berbagai program strategis yang tengah digencarkan pemerintah saat ini seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi, hingga pembangunan Kampung Nelayan merupakan langkah konkret penerjemahan amanat UUD 1945.
"Program-program seperti MBG, Koperasi, Kampung Nelayan, dan lainnya yang dibuat serta sedang dijalankan Presiden Prabowo adalah amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: