Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan Bisa Jadi Urat Nadi Baru Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 02:01 WIB
Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan Bisa Jadi Urat Nadi Baru Ekonomi
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Gagasan Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembangunan jaringan kereta api Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan berpotensi mengubah peta konektivitas, distribusi logistik, hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai rencana pembangunan Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan harus dibaca lebih jauh daripada sekadar proyek pembangunan rel.

Menurut Amir, apabila benar-benar diwujudkan secara terintegrasi, jaringan tersebut dapat menjadi instrumen strategis untuk mengubah struktur ekonomi Indonesia.

“Kalau kita menggunakan perspektif intelijen ekonomi, pembangunan koridor transportasi berarti pemerintah sedang membangun jalur baru bagi pergerakan manusia, barang, modal dan industri,” kata Amir, dikutip Selasa 11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, infrastruktur transportasi pada dasarnya merupakan salah satu instrumen pembentukan kekuatan ekonomi suatu negara.

Ketika suatu wilayah yang kaya sumber daya alam memiliki akses transportasi terbatas, nilai ekonominya tidak dapat dimaksimalkan. 

Sebaliknya, ketika wilayah produksi terhubung dengan pusat industri dan pelabuhan, biaya distribusi dapat ditekan dan investasi menjadi lebih menarik.

“Rel adalah urat nadi ekonomi. Siapa yang menguasai dan mengintegrasikan konektivitas, dia memiliki kemampuan lebih besar untuk mengendalikan arus ekonomi,” kata Amir.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA