Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 11 Agustus 2026, 10:05 WIB
Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo
Sejumlah tokoh yang hadir di acara HUT ke-3 GMPP (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Puluhan ribu warga memadati Alun-Alun Wonosobo, Jawa Tengah, selama tiga hari pelaksanaan Tunas Bumi Fest 2026 atau Jatubu Fest 2026, 8-10 Agustus 2026.

Festival yang digelar untuk memperingati HUT ke-3 Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memadukan agenda kebudayaan, diskusi kebangsaan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan sektor pertanian.

Kegiatan yang diinisiasi GMPP bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatubu) itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 dan rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

"Jatubu Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Jagat Tunas Bumi bersama GMPP dalam rangka hari ulang tahun yang ketiga, GMPP telah banyak menghadirkan kegiatan yang tentunya sangat bermakna, sangat bermanfaat karena ini akan tumbuh perekonomian di Kabupaten Wonosobo," kata Afif.

Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 8 Agustus, dengan Workshop Kemandirian Ekonomi yang menghadirkan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo Mota. Diskusi tersebut membahas penguatan ekonomi masyarakat desa dan pengembangan potensi lokal.

Pada malam harinya, agenda dilanjutkan dengan Maiyah Kebangsaan di kampus UNSIQ Wonosobo. Sejumlah tokoh, di antaranya Rocky Gerung, Sabrang Mowo Damar Panuluh, dan Menteri Lingkungan Hidup M Jumhur Hidayat, membahas isu kebangsaan, kemandirian ekonomi desa, kapitalisme, hingga konstitusi.

Antusiasme warga berlanjut pada Minggu, 9 Agustus, melalui Festival Balon Udara Tradisional. Festival yang dibuka M Jumhur Hidayat tersebut mengangkat pesan "Menjaga Negara".

Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Prof Yudi Chrisnandi, Rektor UPN Veteran Jakarta Prof Anter Venus, Rizal DP, Indra J Piliang, Hersubeno Arief, Andrianto selaku Komisaris BUMN, serta Ketua Umum KNPI Taufik Lubis.

Di hadapan warga, Kepala Koordinator Nasional (Kakornas) GMPP Mantep Abdul Ghoni menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi masyarakat melalui program yang berpihak kepada rakyat. Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah Presiden Prabowo Subianto, termasuk Makanan Bergizi Gratis (MBG/BGN) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.

Tak hanya festival, agenda pemberdayaan juga diarahkan ke sektor pertanian. Yayasan Jatubu, yang didirikan Mantep Abdul Ghoni, menyerahkan hibah 192.000 bibit kopi kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas kopi dari sektor hulu sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani di Wonosobo.

Rangkaian acara ditutup pada Senin malam, 10 Agustus, dengan malam puncak HUT ke-3 GMPP di Alun-Alun Wonosobo. Puluhan ribu warga kembali hadir sebelum Bupati Afif Nurhidayat secara resmi menutup festival.

Pertunjukan budaya dari Saleho Karya Budaya menjadi penutup Jatubu Fest 2026. Selama tiga hari, festival tersebut menggabungkan hiburan dengan agenda ekonomi rakyat, pertanian, kebudayaan, pelestarian lingkungan, dan pesan kebangsaan. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA