Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan pandangan dan kritik Dino merupakan hal yang wajar dalam iklim demokrasi sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik terhadap pemerintah.
"Namun, diplomasi Presiden tidak bisa digantikan Zoom atau telepon. Kami kurang sependapat jika diplomasi tingkat kepala negara disederhanakan menjadi cukup melalui Zoom atau telepon," ujar Bahtra kepada RMOL, Rabu 3 Juni 2026.
Menurut Bahtra, hubungan antarnegara dibangun melalui kepercayaan, komunikasi langsung, dan negosiasi strategis yang dalam banyak kasus lebih efektif dilakukan melalui pertemuan tatap muka antar pemimpin negara.
Meski demikian, ia mengakui bahwa komunikasi dengan kepala negara sahabat juga kerap dilakukan secara daring untuk kepentingan tertentu.
"Selama ini, komunikasi dengan kepala negara sahabat, ada juga yang dilakukan secara online," katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menekankan pentingnya kehadiran langsung Presiden dalam diplomasi ekonomi. Menurutnya, kehadiran kepala negara sering kali menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan investor dan mempercepat tercapainya kesepakatan strategis.
"Investor global tidak hanya melihat proposal bisnis, tetapi juga komitmen dan keseriusan pemimpin negara yang menawarkan kerja sama. Sebagaimana dalam dunia bisnis, untuk negosiasi yang sangat strategis, kehadiran pimpinan perusahaan dibutuhkan untuk kelancaran negosiasi," pungkas Bahtra.
BERITA TERKAIT: