Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, jika benar ada siswi SMP yang telah mengalami tujuh kali keguguran, seharusnya bupati menunjukkan empati, mencari akar persoalan, lalu menghadirkan solusi, bukan justru menjadikannya bahan lagu.
"Bupati harusnya bisa menganyomi, melindungi dan solutif bagi warganya. Jadi, sangat tidak elok bila bupati justru memcemooh warganya, terutama perempuan. Bupati seperti inu tentu sangat tidak amanah dan bukan teladan bagi warganya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 3 Juli 2026.
Karena itu, Jamiluddin meminta Partai Gerindra sebagai partai pengusung memberikan teguran kepada Saepul Bahri. Menurutnya, pemimpin yang menunjukkan sikap bias gender tidak layak dipertahankan tanpa evaluasi.
Selain itu, ia juga mendesak Menteri Dalam Negeri untuk memberikan teguran. Sebab, sikap kepala daerah seperti itu dinilai berpotensi menimbulkan antipati masyarakat terhadap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
“Gerindra wajib menegur bupati tersebut. Mendagri juga perlu menegur bupati tersebut,” pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: