Menurut Menag, perjalanan Fatayat Nahdlatul Ulama bukan sekadar menunjukkan eksistensi organisasi perempuan keagamaan, melainkan juga peran besar sebagai kekuatan sosial yang ikut mendorong pembangunan bangsa. Ia menilai kader perempuan NU kini telah mengambil peran di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, parlemen, hingga lembaga sosial.
“Di sini hadir para tokoh kebanggaan kita semua, para perempuan NU yang tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga diakui di level internasional. Ini menunjukkan bahwa Fatayat NU adalah energi besar perempuan Indonesia,” ujar Menag dalam sambutan peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.
Harlah ke-76 ini dihadiri sejumlah tokoh perempuan antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, anggota DPR, hingga pimpinan lembaga negara lainnya.
Kiprah kader Fatayat Nahdlatul Ulama di berbagai sektor menjadi bukti meningkatnya kapasitas kepemimpinan perempuan NU. Ia menilai Fatayat NU turut berperan dalam mendorong transformasi sosial sekaligus memperkuat posisi perempuan di ruang publik dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Menag lalu menjelaskan bahwa dalam perspektif keislaman, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang setara sebagai makhluk Tuhan. Ia menekankan banyak pemahaman keagamaan perlu dilihat secara lebih kontekstual agar tidak menimbulkan bias dalam relasi sosial.
“Al-Quran menegaskan kesetaraan manusia sebagai satu asal-usul. Karena itu, tidak ada alasan untuk menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dalam kehidupan sosial,” kata Menag.
Nasaruddin mengajak kader Fatayat NU untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani tampil di ruang publik, serta melampaui batas-batas zaman dengan tetap berpegang pada nilai ilmu dan akhlak. Ia menilai, Fatayat NU memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak peradaban perempuan Indonesia di tingkat global.
“Ke depan, dunia akan semakin banyak dipimpin oleh perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial yang kuat,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: