Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 06 Juni 2026, 13:31 WIB
Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Faisal Aristama)
rmol news logo Pemerintah membantah dengan tegas isu yang berhembus bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bakal dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal dalam mengelola perekonomian nasional. 

Hal itu ditegaskan Mensesneg Prasetyo Hadi seusai menghadiri rapat koordinasi dengan DPR dan Kementerian Lembaga terkait di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

“Lho siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti. Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada,” kata Prasetyo. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah justru akan terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gempuran geopolitik dan pelemahan terhadap nilai tukar rupiah belakangan ini.

“Justru sekali lagi kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas apa, yang mengelola ekonomi. Dan hari ini adalah tindak lanjut. Tindak lanjut memang dalam situasi yang seperti sekarang intensitas harus diperkuat, kerjasama harus dipererat,” tegas Prasetyo.

Baru-baru ini, berhembus isu bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bakal dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal dalam mengelola perekonomian nasional. 

Pasalnya, nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, Index Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mengalami tekanan di sepanjang pekan ini pada perdagangan 2-5 Juni 2026. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG terkoreksi 8,69 persen dan ditutup di level 5.594 dari posisi 6.127 pada pekan sebelumnya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA