Kementerian PU Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes

Target Rampung Juni 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 06 Mei 2026, 15:03 WIB
Kementerian PU Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes
Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 1 yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. (Foto: Dok. Kementerian PU)
rmol news logo Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 1 yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. 

Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur pendidikan terpadu.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.

“Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada Juni, sebelum tahun ajaran baru pada Juli,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu 6 Mei 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes dilaksanakan dengan dukungan APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar. 

Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan kawasan pendidikan terpadu dengan total luas bangunan mencapai 27.372 m² yang terdiri dari berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, antara lain gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, hingga sarana olahraga dan infrastruktur kawasan. 

Pada tahap awal pelaksanaan, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, antara lain kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi serta keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi proyek.

Sebagai langkah percepatan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan mengadopsi struktur baja pada sebagian bangunan. 

Strategi ini dinilai mampu memangkas durasi pekerjaan secara signifikan dari sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari untuk pekerjaan struktur.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA