Harga emas spot menguat 0,8 persen ke level 4.338,86 Dolar AS per ons, sementara Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik tipis 0,1 persen di posisi 4.354,40 Dolar AS per ons.
Lonjakan harga logam mulia ini didorong oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang sempat terblokade akibat ketegangan militer antara AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari lalu.
Sentimen damai tersebut langsung memukul harga minyak mentah Brent hingga jatuh di bawah 80 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Maret.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, harga emas sempat terbebani oleh konflik geopolitik tersebut. Pasalnya, lonjakan harga minyak akibat perang memicu kekhawatiran bahwa era suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama (higher for longer).
Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yield), daya tarik emas biasanya memudar saat suku bunga melonjak karena investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan imbal balik pasti.
Kini, perhatian investor tertuju pada rangkaian rapat bank sentral global pekan ini. Salah satu yang paling dinantikan adalah pengumuman kebijakan moneter The Fed pada hari Rabu, yang sekaligus menjadi debut perdana bagi Chairman baru mereka, Kevin Warsh.
Di pasar logam mulia lainnya, pergerakan harga juga bervariasi. perak spot menguat 0,3 persen menjadi 70,22 Dolar AS per ons, platinum melonjak signifikan 2,8 persen ke posisi 1.816,65 Dolar AS per ons. Paladium menguat 0,7 persen ke level 1.358,06 Dolar AS per ons.
BERITA TERKAIT: