Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai, gerakan tersebut justru mencerminkan kegelisahan dan ketakutan dari kelompok tertentu terhadap potensi langkah tegas pemerintah ke depan.
Menurut Amir, pihak-pihak yang teriak pemakzulan itu sejatinya sedang mencari kawan.
"Mereka berupaya membangun opini seolah ada ancaman besar, padahal yang terjadi adalah ketakutan terhadap kemungkinan terbongkarnya kasus-kasus besar,” ujar Amir dalam keterangannya, dikutip Selasa 7 April 2026.
Amir melihat, arah isu pemakzulan tidak secara eksplisit menyasar figur tertentu, namun lebih sebagai strategi komunikasi politik untuk membangun tekanan.
Dalam perspektif intelijen, kata dia, pola seperti ini sering digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang lebih substansial.
Ia menyebut, narasi ancaman terhadap pemerintahan justru menjadi “tameng psikologis” bagi pihak-pihak yang merasa terancam oleh agenda penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi.
“Ancaman itu tidak nyata, tapi dikonstruksi. Ini bagian dari operasi opini. Orang yang berteriak keras justru sedang menyembunyikan ketakutan,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: