Rapat tersebut tampak dihadiri Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santoso, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Menteri PKP menegaskan komitmen pemerintah untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki negara untuk kepentingan rakyat.
“Kita tahu negara ini adalah negara hukum. Jadi tanah negara harus digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat. Jangan ragu-ragu," ujar Maruarar.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian negara dalam menata dan menertibkan kawasan tersebut, termasuk menghadapi pihak-pihak yang selama ini menguasai lahan secara tidak sah.
“Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir, ya. Kita mengurus negara ini harus punya nyali, ya, menegakkan kebenaran,” tegasnya.
Maruarar mengungkapkan, pemerintah telah melakukan peninjauan langsung di sejumlah titik dan menemukan banyak lahan negara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan hunian.
“Iya, di banyak tempat. Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: