Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Syahrial Nasution. Menurutnya, sebagai kepala negara, Prabowo saat ini memegang kendali penuh pemerintahan dan bertanggung jawab menghadapi berbagai persoalan nasional.
Meski demikian, Syahrial menilai dukungan dari para mantan pemimpin bangsa tetap penting sebagai bentuk kontribusi moral dan kebangsaan.
“Saat ini Presiden Prabowo adalah commander in chief. Secara pribadi, keduanya bersahabat sejak muda. Jika dibutuhkan, Pak SBY tentu selalu ingin mendukung Pak Prabowo sukses. Itu tanggung jawab moral seorang pemimpin yang sudah menjadi rakyat biasa,” ujar Syahrial lewat akun X miliknya, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara SBY dan Prabowo menjadi modal positif bagi upaya bersama menghadapi tantangan bangsa. Namun lebih dari itu, dukungan seorang mantan presiden merupakan bagian dari komitmen kebangsaan yang melampaui kepentingan politik sesaat.
Syahrial menegaskan, seorang negarawan tidak akan tinggal diam ketika negara menghadapi berbagai kesulitan. Karena itu, pengalaman dan pandangan para mantan pemimpin tetap menjadi aset berharga yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik.
“Seorang patriot tidak akan membiarkan negerinya berjibaku sendiri menghadapi kesulitan. Seorang sahabat sejati juga tidak akan menjadi penonton. Itu yang selalu kami dengar dari Pak SBY terkait persoalan bangsa saat ini,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: