Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama keluarga besar Partai Golkar di Masjid Syajaratun Thayyibah, Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat, 6 Maret 2026.
“
Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya. Pada hari ini kita bisa berkumpul dalam rangka memperingati
nuzulul Quran sekaligus buka puasa bersama,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu juga menyampaikan apresiasi kepada KH Dr. Zulfa Mustofa, ulama sekaligus tokoh PBNU, yang hadir memberikan tausiyah dalam acara tersebut.
Adapun tema tausiyah yang diangkat adalah “
Membumikan Al-Quran, Menggapai Hidayah, Menyongsong Lailatul Qadar.”
Bahlil kemudian mengibaratkan datangnya
lailatul qadar seperti pergerakan Matahari dalam perjalanan waktu manusia.
“Ini sudah menyongsong
lailatul qadar. Ibarat perjalanan manusia, sekarang kita sudah di jam 12, besok mulai turun ke jam 1. Kalau orang yang selalu diberikan berkah, secercah harapan
lailatul qadar itu sudah mulai turun,” tuturnya.
Namun, bagi Partai Golkar, lanjut Bahlil,
lailatul qadar juga dimaknai sebagai harapan bertambahnya kekuatan politik partai.
“Tapi kalau bagi Partai Golkar,
lailatul qadar itu kalau kursi tambah,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: