Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tidak menghadiri undangan PBNU karena ada kegiatan kenegaraan.
“Beliau (Presiden Prabowo) mungkin berhalangan karena ada tugas lain. Kami mendengar juga ada beberapa kegiatan negara terkait tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini,” ungkap Gus Yahya saat jumpa pers seusai perayaan Harlah.
Meski demikian, Gus Yahya menyebut bahwa perwakilan negara tetap hadir, yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang dimintai sambutan dan amanat dalam resepsi Harlah.
“Alhamdulillah kemudian ada Ketua MPR RI yang hadir. Kami minta sambutan dan amanat dari Bapak Ahmad Muzani di dalam resepsi peringatan Harlah ini,” ujarnya.
Mengenai ketidakhadiran Rais Aam PBNU, Gus Yahya mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan kabar bakal hadir sejak semalam, namun karena kendala kesehatan, akhirnya tidak dapat hadir.
“Mengenai Rais Aam, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapatkan kabar bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi beliau mengalami kendala kesehatan. Sehingga berhalangan hadir,” jelasnya.
Meski Rais Aam tidak hadir, khutbah Taujihat tetap disampaikan oleh salah seorang Rais Syuriyah PBNU, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI.
“Untuk yang lain-lain, ada sejumlah menteri yang memang tidak hadir dan kami belum mendapatkan konfirmasi. Tentu ada tugas lain, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain,” tambah Gus Yahya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa setelah perayaan Harlah ke-100 NU, pihaknya akan terus melanjutkan kerja-kerja organisasi sebagaimana mestinya, untuk menuntaskan amanah dan mandat Muktamar Lampung 2021.
“Terima kasih,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: