Hari ini, massa mengatasnamakan Gerakan Kader Umat Islam mendemo Pandji di depan Polda Metro Jaya. Mereka meminta agar polisi segera memproses hukum Pandji lantaran materi komedinya dinilai menyinggung ibadah umat Islam.
Di tengah aksinya, massa bahkan menggelar salat berjemaah di depan Polda Metro Jaya. Meski diiringi hujan deras, beberapa peserta aksi menggelar banner berukuran jumbo sebagai sajadah.
Koordinator aksi Gerakan Kader Umat Islam, Fachrullah Jasadi menyoroti salah satu materi komedi Pandji yang membahas kriteria memilih seorang pemimpin berdasarkan ketaatan dalam menjalankan salat.
"Salat adalah ibadah paling fundamental dalam ajaran Islam, tiang agama, dan kewajiban bersifat sakral. Menjadikan salat sebagai bahan candaan atau satire dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi," kata Fachrullah di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam aksinya, massa meminta Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengusut, memanggil, dan memproses hukum Pandji. Sebab apa yang dilakukan Pandji sudah bukan sekadar komedi atau kebebasan berkesenian, melainkan sudah mengarah ke dugaan tindak pidana.
"Negara tidak boleh kalah oleh dalih hiburan. Aparat penegak hukum wajib bersikap tegas tanpa pandang bulu," tegas Fachrullah.
Dikutip dari tayangan Mens Rea di Netflix, salah satu materi Pandji menyinggung soal kualitas ibadah, dalam hal ini salat untuk menentukan seorang pemimpin.
"Ada orang yang memilih pemimpin berdasarkan ibadahnya. 'Gua milih pemimpin yang salatnya enggak pernah bolong', seakan-akan yang salatnya enggak pernah bolong berarti emang baik, apa iya?" kata Pandji.
Menurut Fachrullah, materi-materi Pandji di
special show Mens Rea berpotensi dijerat dengan Pasal 28 ayat (2), Pasal 45A ayat (2) UU ITE, Pasal 156 dan 156a KUHP, hingga 245 KUHP Baru (UU 1/2023) terkait ujaran kebencian dan permusuhan terhadap golongan.
"Umat Islam tidak akan diam ketika ibadah sucinya dilecehkan," pungkas Fachrullah.
Pandji sendiri telah buka suara setelah materi
special show yang ditayangkan ke publik melalui
platform berbayar Netflix dipersoalkan sejumlah pihak, mulai dari adanya laporan ke polisi hingga kini didemo.
"
Gua cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya. Banyak banget yang ngedoain yang baik-baik ke gua. Semoga lu juga sehat, semoga lu juga baik-baik aja. I love you guys, dan terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy, moga-moga gua masih punya banyak perkomedian untuk Anda," kata Pandji dikutip dari akun Instagram pribadinya.
BERITA TERKAIT: