Kegiatan berlangsung di kediaman Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi di Jakarta Jumat, 15 Maret 2026, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap anak-anak yang menjadi korban konflik.
Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menyampaikan duka mendalam atas peristiwa di Minab.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran dengan duka yang mendalam dan rasa pilu yang besar mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terluka-nya lebih dari 95 anak di Sekolah Dasar ‘Shajareh Tayyebeh’ di kota Minab, Provinsi Hormozgan, sebagai akibat dari serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap wilayah Republik Islam Iran,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa para korban merupakan anak-anak yang tengah berada di ruang kelas untuk belajar ketika serangan terjadi.
Menurut Kedubes Iran, serangan terhadap fasilitas pendidikan sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
“Penargetan sebuah sekolah dan pembunuhan anak-anak tak berdaya merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional serta kewajiban yang berasal dari berbagai instrumen internasional yang sah, termasuk Konvensi-konvensi Jenewa dan aturan perlindungan terhadap warga sipil dalam masa konflik bersenjata," tegasnya.
Lebih lanjut, Kedubes Iran menegaskan pentingnya perhatian dunia, termasuk organisasi Islam, lembaga HAM internasional, dan organisasi pembela hak anak, agar tidak membiarkan kejahatan semacam itu tanpa respons.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyerukan kepada hati nurani yang terjaga di dunia, organisasi-organisasi Islam yang aktif, lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, serta organisasi-organisasi pembela hak anak agar tidak berdiam diri terhadap kejahatan seperti ini," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: