"KDM (Kang Dedi Mulyadi) sedang membangun
branding agar tetap dalam peredaran sesuai harapan dan kemauan oligarki di belakangnya," kata Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto kepada
RMOL, Jumat 24 Oktober 2025.
Menurut Hari, Dedi Mulyadi tidak fokus melakukan pembangunan di Provinsi Jabar, sehingga dana dibiarkan mengendap. Sebab orientasi politikus Partai Gerindra itu semata-mata mendongkrak elektabilitas.
Hari menilai, konsep pembangunan daerah tidak akan terwujud karena Dedi Mulyadi tidak memiliki konsep pembangunan.
"Blusukan yang dilakukan hanya untuk memenuhi agenda medsos bukan konsep kerja sebagai gubernur Jabar," pungkas Hari.
BERITA TERKAIT: