Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Wamen P2MI Dorong Jakarta Jadi Penyumbang Utama Target Penempatan Pekerja Migran 2025

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 26 Februari 2025, 14:36 WIB
Wamen P2MI Dorong Jakarta Jadi Penyumbang Utama Target Penempatan Pekerja Migran 2025
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, usai pembukaan Jakarta Timur Job Fair di Taman Mini Square, Rabu 26 Februari 2025.
rmol news logo Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta bisa berkontribusi menjadi daerah penyumbang signifikan pekerja migran Indonesia.

Salah satu alasannya, Jakarta memiliki kemampuan dan banyak fasilitas untuk menunjang pelatihan pekerja migran untuk bekerja di luar negeri.

"Yang saya (Kementerian P2MI) lakukan adalah mencari peluang (kerja) di luar negeri, pertemukan dengan suplai tenaga kerja kita yang ada. Nah, Pemprov bisa membantu dari hal pelatihan-pelatihan. Banyak sekali pelatihan di Jakarta yang bisa didayagunakan. Itu yang mau kita pertemukan," kata Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, usai pembukaan Jakarta Timur Job Fair di Taman Mini Square, Rabu 26 Februari 2025.

Christina juga mengingatkan agar calon pekerja migran Indonesia membekali diri dengan keterampilan, agar mampu bersaing dengan pekerja migran dari negara lain seperti Nepal, India, atau Bangladesh.

"Jadi kita harus siap. Kalau dengar ada #kaburajadulu, enggak cukup dengan kabur tanpa keahlian. Kalau ada kejadian apa-apa, susah diri sendiri, susah keluarga, susah pemerintah. Jadi kabur harus siap, informasi dan keterampilan," papar politikus Partai Golkar itu.

Alumnus Universitas Indonesia ini menambahkan, Jakarta Job Fair menjadi salah satu wujud kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder lain dalam penanganan isu ketenagakerjaan. Apalagi, lanjut dia, Kementerian P2MI menargetkan penempatan 425 ribu pekerja migran di luar negeri.

"Kementerian P2MI senang sekali bisa berkolaborasi dengan Pemprov Jakarta. Kami menyambut baik kegiatan job fair seperti ini. Lewat job fair, kementerian melalui kantor BP3MI kami bisa memberikan informasi seputar peluang kerja di luar negeri dengan berbagai macam skill. Jangan lupa tingkatkan kompetensi raih peluang kerja di luar negeri," tutur Christina.

Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno mengatakan, Jakarta akan mengadakan job fair setiap tiga bulan di tiap kecamatan. 

Dia juga menyambut baik informasi yang disampaikan Christina soal target penempatan 425 ribu pekerja migran di luar negeri sepanjang 2025. Apalagi Jakarta memiliki banyak balai latihan kerja (BLK).

"Jadi artinya, momen job fair ini selain menjadi informasi pekerjaan yang ada di Indonesia, juga ada potensi pekerjaan di luar negeri. Kalau ada kendala bahasa, kita punya BLK. Kita siap melatih calon pencari kerja di luar negeri dengan bahasa Mandarin, Korea, Jepang, Taiwan, dan job fair ini akan menjadi pusat informasi," pungkasnya. rmol news logo article
EDITOR: AGUS DWI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA