Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian salah satu personelnya yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan.
"Atas nama keluarga besar Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Andriyono. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Bayu dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Bayu menjelaskan, laporan kebakaran tumpukan sampah diterima petugas pada pukul 07.02 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Gulkarmat mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 50 personel ke lokasi kejadian.
Operasi pemadaman dimulai pada pukul 07.11 WIB. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 11.35 WIB.
Selanjutnya, proses pendinginan dimulai pukul 13.15 WIB untuk mengurai material yang masih berpotensi memicu kobaran api.
Dalam operasi tersebut, Andriyono bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi pemadaman dan tidak berada di titik penyerangan api secara langsung.
Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada.
Melihat kondisi tersebut, rekan-rekannya segera memberikan pertolongan pertama dan meminta bantuan tenaga medis sebelum Andriyono dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda.
Di rumah sakit, tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, nyawa Andriyono tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima Dinas Gulkarmat, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Bayu memastikan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta akan memenuhi seluruh hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya.
"Kami juga akan memastikan seluruh hak-hak almarhum dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkas Bayu.
BERITA TERKAIT: