Hal itu menyusul rencana Partai Golkar yang akan bersikap secara politik sebelum 17 Agustus 2023.
Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkap, Partai Golkar sendiri sudah pernah melakukan komunikasi politik dengan partai-partai di KPP, dalam hal ini Demokrat, Nasdem, dan PKS.
“Pasti para pimpinan partai ini ada komunikasi. Jadi ya kita tunggu saja,” ujar Herman kepada wartawan di Ruangannya, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/7).
Menurut Herman, mengenai kemungkinan Partai Golkar bergabung dengan KPP atau tidak, ini sangat bergantung pada pilihan dan idealisme masing-masing partai.
“Ini yang perlu untuk diharmonisasi sehingga koalisi-koalisi ini semakin dekat semakin erat gitu ya semakin tidak bisa diganggu semakin tidak bisa dipecah-pecah, ah itu kita punya kans,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Ketika ditanya apakah elite Golkar sudah berkomunikasi dengan elite di KPP menjelang 17 Agustus, Herman mengaku tidak mengetahuinya. Namun, ia yakin bahwa komunikasi antara elite partai-partai di KPP dngan Golkar, pasti telah dilakukan.
“Saya tidak bisa memastikan itu, saya kira itu pasti menjadi komunikasi yang intens di para pimpinan lah ya. Para pimpinan politik pasti punya komunikasi itu. Karena kan ada hal yang kami ketahui ada hal juga yang kami tidak ketahui,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Dave Laksono mengungkapkan bahwa partainya bakal mengumumkan sikap politik pada bulan Agustus 2023 mendatang, tepatnya sebelum perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus.
"Semoga sebelum 17-an nanti. Diperkirakan Agustus sudah ada (sikap politik)," ungkap Dave kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (5/7).
BERITA TERKAIT: