Takut PPP Tak Lolos Parlemen, FKP Minta Suharso Monoarfa Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 18 Juli 2022, 21:59 WIB
Takut PPP Tak Lolos Parlemen, FKP Minta Suharso Monoarfa Mundur
Front Kader Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (FKPP PPP) geruduk kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat/RMOL
rmol news logo Ratusan massa dari Front Kader Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (FKPP PPP) geruduk kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/7).

Koordinator aksi Wahyudin mengatakan, mereka hadir untuk menuntut agar Suharso Monoarfa mudur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PPP.

Desakan itu, kata Wahyudin, muncul dari kegelisahan dan kekhawatiran kader-kader PPP akan kebijakan dan aturan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Suharso Monoarfa.

PPP sebagai rumah besar Umat Islam Indonesia terus diperjuangkan agar terakomodir kepentingan umat Islam dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan," kata Wahyudin.

Menurutnya, selama Suharso menjabat sebagai Ketua Umum, tidak ada lagi identitas yang melambangkan perjuangan dan nilai sejarah yang menjadi dasar pergerakan PPP.

“Arogansi, otoritarianisme dan kepentingan pribadi Suharso Monoarfa sangat mewarnai roda organisasi PPP saat ini. Dalam beberapa tahun belakangan nilai sejarah dan perjuangan para ulama, kader dan simpatisan PPP tidak lagi menjadi dasar pergerakan PPP,” bebernya.

Di hadapan demonstran, Wahyudin menyampaikan kondisi PPP saat ini. Dia juga menitipkan pesan kepada Presiden Joko Widodo agar Suharso Monoarfa juga dicopot dari posisinya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Jika Suharso tetap menjabat sebagai ketua umum, masih kata Wahyudin, mereka khawatir PPP tidak akan lolos dan punya kursi di Parlemen pada Pemilu Serentak 2024.

“PPP hari ini sangat terpuruk kondisinya. Tahun 2019 kami hampir tidak lolos parlementary threshold (PT) dan survei hari ini PPP hanya 1,7 persen elektabilitasnya," katanya.

"Kami takut PPP hilang di 2024. Tentunya kami yakin bahwa Bapak Presiden pun tidak ingin PPP tinggal sejarah dan PPP hilang di tangan Suharso Monoarfa,” pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA