Hasil Kongres Ekonomi Umat II MUI Hasilkan 9 Resolusi Jihad Ekonomi 


 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 13 Desember 2021, 14:29 WIB
Hasil Kongres Ekonomi Umat II MUI Hasilkan 9 Resolusi Jihad Ekonomi 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Buya Amirsyah Tambunan/Net
rmol news logo Kongres Ekonomi Umat (KEU) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah resmi ditutup pada Minggu (12/12) dan melahirkan Resolusi Jihad Ekonomi Umat.

Resolusi jihad ini terdiri dari sembilan gagasan. Pertama, gerakan produksi dan belanja produk nasional. Lalu, menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia, dan optimalisasi Ziswaf (Zakat Infaq Shadaqah Wakaf) untuk menggerakkan ekonomi umat.

Selain itu, KEU II menyepakati membentuk lembaga penjamin nasional syariah untuk usaha ultra mikro yang mudah, murah dan aman.

“KEU II juga sepakat mempercepat terciptanya modal bisnis unggulan daerah yang dijalankan secara professional, memperkuat kemitraan antara UMKM dengan BUMN/BUMD dan usaha besar,  serta mendorong dan mengawal terciptanya regulasi sistem ekonomi syariah nasional/daerah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Buya Amirsyah Tambunan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/12).

Buya Amirsyah menambahkan, KEU II MUI juga menghasilkan kesepakatan untuk mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui digitalisasi dan integrasi dana komersial dan dana sosial Islam.

Selanjutnya, mengamanatkan kepada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU MUI) untuk mengawal hasil kongres ekonomi umat ini.

Buya Amirsyah menambahkan, hasil Kongres Ekonomi Umat ini melalui perdebatan yang dinamis. Ia merasa bersyukur karena jihad ekonomi lahir dari kongres ini. Dia menjelaskan, salah satu fokus dalam resolusi itu ialah menekankan pentingnya memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

"Tentu harus melalui proses baik dalam bidang pembiayaan, perbankan, dan lain-lain, terutama melalui keuangan syariah yang harus terlibat," demikian Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PP Muhammadiyah periode 2015-2020 ini.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim menerangkan, hasil Kongres Ekonomi Umat II berupa resolusi jihad ekonomi bertujuan mengarahkan umat agar bersungguh-sungguh dan bertekad kuat menjadi pelaku ekonomi.

"Supaya umat Islam tidak hanya menjadi objek, melainkan menjadi subjek dalam pergerakan ekonomi," ujar Lukman.

Selanjutnya, Wapres RI, KH Maruf Amin, mengapresiasi hasil kongres berupa Jihad Ekonomi Umat.  
 â€¨"Saya mengapresiasi jihad ekonomi yang dilakukan MUI, salah satunya melalui penyelenggaraan Kongres Ekonomi Umat II ini," katanya.

Kongres Ekonomi Umat II yang digelar pada 10 hingga 12 desember 2021 ini mengusung tema Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia. Menurut Kiai Maruf, tema yang diusung sangat penting dibahas untuk menemukan langkah strategis ekonomi Indonesia di masa depan.

Apalagi, kata Kiai Maruf, Presiden Jokowi telah menetapkan tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Untuk itu, lanjutnya, berbicara arus baru ekonomi Indonesia hatus mengalir hingga tiba di tujuan tersebut.

"Dalam arus baru ekonomi kita harus menekankan tentang beberapa unsur yaitu penguatakan ekonomi dan keuangan syariah, bagian dari integral ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi yang inklunsif, serta pembangunan ekonomi yang harmonis dengan lingkungan," tuturnya.

Kiai Maruf mendoakan agar hasil kongres ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi umat, dan ekonomi Indonesia secara luas.

"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan inayahnya dan meridhoi segala ikhtiar yang kita lakukan," demikian Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA