Sementara itu, dalam survei yang sama, pada simulasi 15 nama kandidat Capres jika Pilpres dilakukan saat ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo keluar sebagai pemenang dengan mendapatkan 16 persen, disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencapai 14 persen, dan posisi ketiga ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapatkan 13,33 persen.
Kader Utama Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso, mengapresiasi hasil survei yang menempatkan Demokrat dan AHY di posisi dua besar.
"Alhamdulillah, tentu kita bersyukur, namun tidak boleh terbuai. Survei itu potret, yang sesungguhnya nanti waktu pemungutan suara. Kita akan menjadikan data survei sebagai acuan dalam pemenangan pemilu nanti," kata Santoso yang juga anggota Komisi III DPR RI kepada
Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (11/12).
Berdasarkan hasil survei CISA, PDI Perjuangan sukses mengungguli partai politik lainnya dengan 24,92 persen.
Partai Demokrat pada urutan kedua yang melejit dengan 18,83 persen dan posisi ketiga Partai Golkar yang mendapatkan 13,09 persen.
Selanjutnya, Partai Gerindra kembali menguat pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen, kemudian posisi kelima Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, dan Partai NasDem yang meraih 5,75 persen.
Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen dan 3,58 persen yang memilih parpol lainnya.
Hasil survei ini merupakan review termin keempat atau sesi terakhir survei CISA tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei ketiga pada September 2021.
Survei CISA dimulai sejak tanggal 1-7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 provinsi secara proporsional.
Penarikan sampel dengan menggunakan metode "simple random sampling" dengan "margin of error" mencapai 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: