Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 15 Juli 2026, 16:47 WIB
Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY
Nurdiansyah Alasta (kanan) bersama Teuku Riefky Harsya. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta, menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Dalam surat tersebut, Nurdiansyah mengaku telah mengantongi dukungan dari 18 DPC se-Aceh setelah sebelumnya mendapat restu dari petinggi Partai Demokrat yang juga Menekraf Teuku Riefky Harsya.

"Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami, untuk maju sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," kata Nurdiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu 15 Juli 2026.

Dia menyebut para ketua DPC yang mendukungnya bahkan telah dibawa ke Jakarta dan bertemu Teuku Riefky, sebagai bentuk kesungguhan mengikuti mekanisme partai.

Nurdiansyah mengaku situasi berubah setelah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh dijalankan Plt. Ketua DPD Riyan Firmansyah.

Menurutnya, menjelang Musda dia mendapat informasi dari ketua DPC bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi satu per satu ketua DPC agar mengalihkan dukungan kepada Sayuti Abubakar yang disebutnya bukan berasal dari kader Partai Demokrat.

Diketahui, kandidat lain dalam Musda Demokrat Aceh bulan Agustus mendatang, yakni Sayuti Abubakar, mantan caleg DPR RI dari PKB yang gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu 2019.

Sayuti yang kini menjabat wali kota Lhokseumawe pernah menjadi sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.

"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," ujarnya.

Nurdiansyah mengaku telah berulang kali memohon waktu untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya guna menjelaskan secara terbuka, namun kesempatan itu belum diperoleh.

Meski demikian, Nurdiansyah menegaskan suratnya bukan untuk menyalahkan siapa pun atau mempersoalkan sikap petinggi DPP tersebut.

"Saya hanya berharap Bapak AHY mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarir dari bawah sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara, serta berjuang dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik," katanya.

Dia menyatakan tetap percaya Partai Demokrat menjunjung tinggi kaderisasi, keadilan, dan ruang kompetisi yang sehat. Apa pun keputusan partai nantinya akan dia hormati.

"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan ketua umum," demikian Nurdiansyah.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA