Massa aksi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bandung tersebut menyuarakan kekecewaan terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Lebih spesifik, mereka merasa kecewa terhadap Pemkot Bandung, dan menuntut Pemkot melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan-kebijakan selama PPKM.
Koordinator Aksi IMM, Muhammad Fauzan Irsyad mengatakan, Pemkot Bandung dinilai gagal dalam menghadirkan informasi-informasi terkait kebijakan-kebijakan di masa Pandemi Covid-19.
"Pemkot dan Satgas Kota Bandung gagal, karena mereka tidak menghadirkan data kesehatan yang jelas, karena sampai saat ini tidak ada data yang jelas mengapa PPKM diperpanjang," kata Fauzan di lokasi Aksi, Selasa (24/8).
Fauzan menuturkan, pihaknya telah melakukan kajian terhadap kebijakan-kebinakan di masa pandemi. Hasilnya, Pemkot Bandung tidak dapat menekan laju peningkatan angka kemiskinan di Kota Bandung.
"Dari kajian kami, masyarakat Kota Bandung mengalami peningkatan kemiskinan sebanyak 30 persen, itu bukti konkret Pemkot hanya memanfaatkan rakyatnya," tegasnya seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJabar.
Oleh sebab itu, langkah evaluasi menjadi harga mati yang harus dilakukan pemerintah kota Bandung dalam menelurkan kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.
"Kami minta Pemkot menyampaikan kepada pemerintah lebih tinggi untuk mengubah semua kebijakan yang ada," tutupnya.
BERITA TERKAIT: