Kekhawatiran itu disampaikan oleh Ketua Tim Peduli Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ikhsan Abdullah di acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "PPKM Darurat: Macet Di Penyekatan" yang diselenggarakan
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/7).
Ikhsan mengaku tidak sependapat dengan penutupan tempat ibadah di saat kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, akan tetapi bandara internasional masih dibuka.
Di awal, Ikhsan menekankan bahwa MUI juga sempat bersilang pendapat dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganjurkan untuk penutupan tempat-tempat ibadah, terutama masjid, mushola di zona merah.
“Nah itu juga yang kami juga tidak sependapat. Karena itu tadi, kita kan tidak tahu nih pandemi ini 2 pekan ini selesai tidak? Kalau tidak selesai berarti kan harus lagi, ditutup dua pekan lagi, dan seterusnya," ujar Ikhsan.
Akan tetapi nyatanya, kata Ikhsan, pandemi Covid-19 sudah berjalan menuju dua tahun. Namun, penyebarannya bukannya menurun, malah cenderung naik.
Atas dasar itu, dia khawatir tempat ibadah di Indonesia berubah seperti gereja di Jerman. Di mana puluhan gereja di Jerman hanya untuk bunyi lonceng saja. Sementara jemaahnya tidak ada.
“Sampai saya bertanya kepada orang-orang di Jerman sana penduduk aslinya. Ini kenapa ya gereja segini mewah, sebegini indah, kok tidak ada penghuninya? Apa jawab mereka? Jawaban mereka, karena kami 3 kali masuk gereja, pertama ketika lahir di baptis, kedua ketika menikah, ketiga ketika meninggal," jelas Ikhsan.
Bukan tidak mungkin, kata Ikhsan, budaya di Jerman bisa berdampak di Indonesia karena tempat ibadah ditutup. Apalagi, anak muda saat ini sudah mulai menjauh dari tempat-tempat ibadah.
“Apalagi sekarang ada anjuran untuk meninggalkan tempat ibadah saat ini karena potensial kluster Covid-19,†tuturnya.
Untuk itu, dia berharap ada solusi nyata sehingga ibadah bisa tetap dilakukan di tempat ibadah. Apakah itu memperketat prokes, menunjukkan vaksin, atau juga hasil swab.
“Artinya pemerintah menyediakan kebutuhan prasarana masyarakat. Kebutuhan apa? Kebutuhan rohaninya ini loh,†tutupnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: