Soal PPKM Darurat, Iman Sugema: Setop Tarik Ulur Berlebihan Antara Kesehatan Dan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 06 Juli 2021, 01:22 WIB
Soal PPKM Darurat, Iman Sugema: Setop Tarik Ulur Berlebihan Antara Kesehatan Dan Ekonomi
Lead Scientist, The FEDS-Lab, FEM IPB Dr. Iman Sugema/Repro
rmol news logo Semua pihak diharapkan tidak melebih-lebihkan trade off atau tarik-ulur antara kesehatan dan ekonomi dalam mengantisipasi pandemi virus corona baru (Covid-19) di tanah air.

Apalagi saat ini mengalami lonjakan sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat.

Demikian disampaikan Lead Scientist, The FEDS-Lab, FEM IPB Dr. Iman Sugema saat menjadi narasumber dalam webinar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB Universitity bertajuk "PPKM Darurat dan Behavioural Economics" pada Senin (5/7) malam.

"Stop untuk membuat trade off yang terlalu berlebihan tentang ekonomi dan kesehatan," ujar Iman.

Pasalnya, kata Iman, dalam situasi Covid-19 yang sudah rumit seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus memilih salah satu agar tidak terjadi kolaps dua-duanya, dalam hal ini kesehatan dan ekonomi.

"Kalau anda pilih dua-duanya ya dua-duanya tidak akan pernah terurus," kata Iman.

Iman menuturkan, jika kasus Covid-19 mencapai 100 ribu per hari, ia meyakini ekonomi juga tidak akan terkontrol.

Menurutnya, roda ekonomi bakal terhenti bergerak.

"Ya, pasti berhenti," katanya.

Atas dasar itu, Iman menyatakan bahwa hal yang paling mungkin bisa dilakukan yaitu dengan menganut sistem slow release atau rilis lambat untuk menyeimbangkan kesehatan dan ekonomi dalam hal ini.

"Apa itu? Ya oke kita tahan agar Covid-19-nya tidak terlalu meledak, sambil kita untuk coba stabilize (ekonomi)," demikian Iman. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA