Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, jika PDIP mengusung Puan-Ganjar, maka Presiden Jokowi bisa mengerahkan kekuatan pengaruhnya untuk membantu memenangkan pilpres.
"Di belakang dikerahkan kekuatan pengaruh Jokowi sebagai kader istimewa untuk mempropagandakan Puan-Ganjar," ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/6).
Di satu sisi, PDIP bisa menjalin koalisi dengan partai politik yang berada di posisi bawah dan tidak lolos parliamentary threshold. Seperti PPP, PKPI, PSI, Perindo dan lainnya.
"Puan-Ganjar justru bisa menarik koalisi dari parpol nir kader unggul. Semisal PKPI, PSI, Perindo, PPP dll," tuturnya.
Selain itu, pengamat politik dari Universitas Telkom ini juga meyakini skema Puan-Ganjar akan dimaafkan oleh loyalis Ganjar. Mereka tetap akan memberi dukungan meskipun Ganjar harus diusung sebagai cawapres.
"Bagaimanapun popularitas dan keterpilihan Ganjar ada dari kontribusi kader PDIP," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: