Prediksi itu disampaikan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI membahas perihal evaluasi kebijakan fiskal Kementerian Keuangan di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/5)
Menurutnya akselerasi tidak lepas dari upaya pemulihan ekonomi yang didukung dengan kemampuan terus mengendalikan pandemi.
“Proyeksi kuartal II kita adalah dalam reaksi antara 7,1 persen hingga 8,3 persen,†ujarnya.
Berdasarkan estimasi yang dibuat Kemenkeu, konsumsi rumah tangga akan tumbuh 6 hingga 6,8 persen di kuartal II, melihat tren pada April dan prediksi di Mei ini. Konsumsi pemerintah tetap terjaga di 8,1 hingga 9,7 persen, sedangkan investasi mengalami percepatan
“(Investasi) range antara 9,4 hingga 11,1 persen. Ekspor April yang tumbuh di atas 50 persen, kita perkirakan untuk seluruh kuartal tumbuh antara 14,9 hingga 19,7 persen dan impor tumbuhya 13 hingga 19,7 persen," kata Sri Mulyani.
Namun demikian, secara keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi mungkin masih
modest. Alasannya, karena kuartal I kemarin sempat terkoreksi akibat dari Covid-19 yang meningkat.
"Kita berharap kuartal III dan kuartal IV akan terakselerasi," demikian Sri Mulyani.
BERITA TERKAIT: