Buktinya sudah tampak pada Pilkada Serentak 2024 kemarin. Calon yang diusung PKS, terutama dari kader internal, tumbang karena tak mau mencalonkan Anies Baswedan.
Sebutlah yang paling fenomenal di Jakarta dan Depok. Berkali-kali di daerah ini PKS menjadi penentu, tapi karena tak mencalonkan Anies Baswedan, calon yang diusung PKS tumbang.
Padahal sudah dijelaskan panjang lebar. Bukan tak mau mengusung Anies Baswedan, tapi karena PKS tak bisa mengusung calon sendiri, maka realistisnya melepaskan Anies Baswedan.
Perubahan UU Pilkada di detik-detik terakhir masa pencalonan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), membuat PKS konsisten dengan keputusan yang sudah dibuat. Ada yang bisa diubah, tapi khusus untuk Jakarta sudah tak bisa lagi. Dan akhirnya, PKS kalah bersama Ridwan Kamil.
Besarnya pengaruh pemilih PKS terhadap Anies Baswedan, tak hanya Pilkada Jakarta saja yang terpengaruh, tapi juga di luar Jakarta seperti Depok. Depok itu sudah seperti kotanya PKS saking tak terkalahkannya PKS di kota itu.
Mungkin karena itu PKS tak banyak berkomentar tentang Partai Anies Baswedan, Partai Gerakan Rakyat, saat baru didirikan. PKS, khusus para kadernya di media sosial, memilih diam. Diam karena sedang mengatur strategi atau memang ada setitik kecemasan juga.
PKS sudah teruji, saat Partai Gelora yang didirikan Anis Matta, tak sedikit pun menggerus suara PKS. Malah, suara PKS terus bertambah secara cukup signifikan.
Tapi perlu dicatat bahwa tak tergerus dan bertambahnya suara PKS, lebih karena pilihan mendukung Anies Baswedan. Sementara Partai Gelora secara berani justru mendukung Prabowo Subianto. PKS jadi enak memungut suara umat tanpa pesaing yang memang mayoritas berkumpul mendukung Anies Baswedan.
Kalau saat ini Anies Baswedan itu sendiri yang bikin partai, bagaimana pula nasib suara PKS pada Pemilu 2029? Lolos dari ujian Anis Matta, apakah PKS bisa lolos dari ujian Anies Baswedan?
Mustahil kiranya PKS akan kut-ikutan mendukung Anies Baswedan bersama Partai Gerakan Rakyat. Itu sama saja menyerahkan suara PKS secara baik-baik kepada Partai Gerakan Rakyat.
Kalau PKS mendukung Prabowo, tidakkah suara PKS akan berkurang ditelan Partai Anies Baswedan? Agaknya PKS harus cepat-cepat turun ke basisnya menjelaskan, kenapa tak lagi bersama Anies Baswedan?
Kelebihan dan kekurangan Anies Baswedan mestinya sudah ada dalam buku saku setiap kader PKS. Kasus anak petinggi PKS yang menyeberang ke PSI, mestinya menjadi kasus pertama dan terakhir kalinya. Begitulah.
ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: