"Catat, bukannya cukong enggak mau nabur uang, tapi ruang gerak para anteknya kejepit, jadi sempit, akibat kewaspadaan masyarakat dan para pemangku kepentingan," ujar Ketua Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB), Rakhmat Husein DC.
Husein melihat hal itu sebagai pertanda baik atas kematangan politik warga Kota Bandarlampung.
"Bisa disebut, sang cukong gagal merusak kewarasan warga terhadap politik uang," katanya kepada
Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (22/12).
Kini, kata dia, sang cukong coba kembali berulah dengan pura-pura mencari keadilan.
"Tujuannya jelas, sang cukong hendak merusak akal sehat Majelis Sidang Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
Demi menjaga demokratisasi, Husein berpesam kepada Tim Hukum paslon No 3 yang memeroleh suara terbanyak warga untuk tidak minder, tidak gentar melawan upaya-upaya untuk mendegradasi hasil Pilwalkot.
"Siapapun yang dihadirkan sang cukong dalam persidangan TSM Bawaslu tentu bukanlah malaikat pencabut nyawa kemenangan rakyat dan demokrasi di Kota Bandarlampung," tandas Husein.
BERITA TERKAIT: