Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari mengatakan, Presiden Prabowo Subianto lebih menekankan agar para pengamat menggunakan data yang valid dan akurat.
“Jadi pakai data, pake teori, itu sebetulnya yang ditekankan kalau saya melihatnya,” kata Qodari kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 13 April 2026.
Atas dasar itu, Qodari menegaskan bahwa pernyataan Teddy itu tidak dalam konteks Presiden Prabowo antikritik.
“Nggak, nggak antikritik,” tegas Pendiri Lembaga Survey IndoBarometer ini.
Lebih jauh, Qodari juga menegaskan, pernyataan Teddy bisa berlaku tidak hanya untuk pengamat.
“Tapi terutama pengamat, karena kan pengamat itu kan biasanya berasal dari latar belakang akademik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 10 April 2026.
Teddy melihat kecenderungan meningkatnya jumlah pengamat yang memberikan pandangan di luar bidang keahliannya, sehingga memicu distorsi informasi di ruang publik.
“Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat, oke,” ujar Teddy.
BERITA TERKAIT: