Ubedilah Badrun: Penegasan PSBB Belum Dilonggarkan Itu Cara Pemerintah Ngeles Dari Kritik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 19 Mei 2020, 07:38 WIB
Ubedilah Badrun: Penegasan PSBB Belum Dilonggarkan Itu Cara Pemerintah <i>Ngeles</i> Dari Kritik
Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net
rmol news logo Penegasan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah belum menetapkan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap sebagai cara ngeles atau menghindar dari kritik.

Pasalnya penegasan itu disampaikan di saat banyak pihak mengkritik sejumlah rencana pemerintah yang disampaikan ke publik.

"Itu cara rezim populis ngeles dari ide kebijakan yang keliru dan dikritik banyak pihak. Kalau tidak ada kritik mungkin pelonggaran PSBB jadi,” ujar analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/5).

“Ide Jokowi tentang pelonggaran itu tidak berbasis riset yang utuh, berbahaya," sambungnya.

Jika benar belum melakukan PSBB, maka Presiden Joko Widodo harus menarik sejumlah rencana yang diumumkan pemerintah ke publik. Seperti rencana membolehkan pekerjadi bawah 45 tahun untuk kembali bekerja ke luar rumah dan masalah transportasi yang dilonggarkan

"Itu berisiko. Ingat gelombang kedua belum terjadi," jelas Ubedilah. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA