Negara Bisa Diduga Terlibat Jika Dalang Penyiraman Air Keras Tak Terungkap

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 15 Maret 2026, 11:35 WIB
Negara Bisa Diduga Terlibat Jika Dalang Penyiraman Air Keras Tak Terungkap
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. (Foto; RMOL)
rmol news logo Serangan penyiraman air keras yang menimpa Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memicu kekhawatiran publik akan potensi mandeknya proses penegakan hukum.

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menilai, keseriusan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bakal menunjukan wajah asli negara.

"Jika negara tidak mengungkap siapa pelaku dan aktor intelektual dibalik penyiraman air keras tersebut, berarti negara dapat di duga kuat terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut," ujar Ubed kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 15 Maret 2026.

Menurutnya, penyiraman air keras kepada Andrie Yunus menandakan tiga hal penting. 

"Pertama, tanda ada pihak yang sangat tidak suka dengan kiprah Andrie Yunus yang sangat kritis terhadap segala upaya kembalinya militerisme di Indonesia," urai Ubed.

Kemudian kedua, kasus kekerasan pada aktivis hak asasi manusia (HAM) itu merupakan tanda bahwa negara gagal melindungi warga negara dari segala bentuk kekerasan.

"Ketiga, tanda bahwa demokrasi dan hak-hak warga negara secara koersif sedang dibunuh," sambungnya.

Karena itu, Ubed mengecam dan mengutuk tindak kekerasan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut.

"Dan menuntut negara untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku dan aktor intelektualnya," tandasnya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA