PB HMI Apresisasi Instruksi Presiden Soal Penyesuaian Harga BBM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yelas-kaparino-1'>YELAS KAPARINO</a>
LAPORAN: YELAS KAPARINO
  • Senin, 20 April 2020, 20:49 WIB
PB HMI Apresisasi Instruksi Presiden Soal Penyesuaian Harga BBM
Plt Ketum PB HMI Arya Kusuma Ardy bersama Presiden Jokowi dan Akbar Tanjung/RMOL
rmol news logo Terkoreksinya harga minyak dunia terjadi pada waktu yang tepat. Di mana, hampir semua negara sedang mengalami tekanan ekonomi akibat krisis pandemi Covid-19. Turunnya harga minyak dunia semestinya diikuti dengan turunnya harga BBM di dalam negeri.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, kebijakan penyesuaian harga BBM dengan indikator pembentuk harga minyak dunia adalah sangat penting untuk direalisasikan," kata Pj. Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardi, dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta pada Senin (20/04).

Pernyataan Arya itu merujuk pada apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terbatas, 18 Maret lalu, yang meminta Pertamina dan para menteri terkait untuk mereview dampak penurunan harga minyak dunia terhadap BBM bersubsidi maupun nonsubsidi. Pasalnya, saat itu harga minyak dunia sudah anjlok di bawah US$30 per barel.
Arya menambahkan, PB HMI mengapresiasi instruksi dan political will Presiden Jokowi yang secara khusus meminta PT Pertamina dan kementerian terkait segera mereview harga BBM di dalam negeri di tengah situasi pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin tajam terkoreksi.

"Sebagai perusahaan negara yang adalah penyangga utama kebutuhan energi nasional, PT Pertamina sudah seharusnya memperlihatkan sisi humanitasnya dalam membantu masyarakat kecil dengan memberikan keringanan harga BBM secara tepat sasaran dan masif,” ujar Arya.   

Di tengah situasi sosial dan ekonomi yang serba tidak menguntungkan ini, HMI meminta Pemerintah melalui Kementrian ESDM agar segera mengumumkan kebijakan sebagai tindaklanjut atas instruksi Presiden tersebut.
Sedikit banyak, penurunan harga BBM bisa menjadi pelipur lara warga bangsa. Pasalnya, masih terdapat jutaan petani dan pedagang di daerah-daerah yang sedang aktif melakukan kegiatan produksi dan distribusi.
"Penurunan harga BBM akan berpengaruh langsung terhadap daya beli dan tingkat konsumsi rumah tangga, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan," ujar dia.

Pemerintah, tambah dia, harus berani bertaruh dengan segala kemungkinan terburuk yang mungkin akan dihadapi bangsa ke depan. "Ancaman resesi dan gejolak sosial bisa saja akan semakin memperkeruh situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini."

"Namun dengan kebijakan sederhana dan efektif seperti menurunkan harga BBM akan membantu menjadikan segalanya menjadi lebih mudah dan terkendali," ujar Arya menambahkan.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA