Kegiatan berbagi takjil tersebut menyasar para pekerja jalanan, pengemudi ojek, sopir angkutan, pedagang kaki lima, serta masyarakat yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka puasa.
Sosok yang akrab disapa Ninik itu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Perempuan Bangsa setiap bulan suci Ramadan.
“Ini merupakan kegiatan yang rutin kami gelar seperti pada Ramadan-Ramadan sebelumnya. Kami berupaya untuk berbagi dengan sesama yang sedang berjuang di jalan mencari nafkah,” ujar Ninik di sela kegiatan, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama bagi mereka yang tetap harus bekerja di jalanan dan belum dapat berkumpul bersama keluarga saat waktu berbuka tiba.
“Kita tahu di sekitar kita banyak saudara-saudara kita yang sedang berpuasa tetapi masih berada di jalanan, belum bisa berkumpul dengan keluarga. Jadi kami hadir untuk meringankan mereka, saling membantu antar sesama,” lanjutnya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu juga menekankan bahwa Ramadan harus tetap menjadi bulan yang produktif dan penuh keberkahan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa Ramadan tetap harus produktif. Ramadan harus memberikan keberkahan bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang di jalanan,” tegasnya.
Melalui aksi sosial ini, Perempuan Bangsa berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat empati dan solidaritas kebangsaan.
BERITA TERKAIT: