Atas alasan itu, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mencoba membangunkan para aktivis yang masih banyak tertidur untuk bersatu menyuarakan keadilan rakyat.
“Kita sedang darurat aktivis, bukan darurat sipil,†tuturnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3).
Dia menguraikan bahwa selama ini aktivis ProDEM selalu terdepan dalam melakukan perubahan dan melawan ketidakadilan. Hanya saja, gerakan itu tidak cukup. Butuh gerakan yang lebih besar agar pemerintah bisa mendengar dan menjalankan perubahan demi rakyat.
Menurutnya, para aktivis sudah terlalu lama berdiam diri melihat ketidakadilan dan penindasan yang terjadi di bumi pertiwi. Mayoritas terninabobokan oleh jabatan-jabatan sebagai lingkaran istana.
“Kita dibuat lupa dengan mimpi-mimpi perjuangan yang pernah kita lakukan, dan belum terwujud, belum bisa kita wujudkan,†terangnya.
“Penindasan dan ketidakadilan masih saja marak terjadi di republik ini. Keadilan dan kesejahteraan rakyat tak lagi jadi mimpi indah yang harus dinyatakan,†tekan Iwan Sumule yang ingin aktivis bangun.
Dia meminta kepada aktivis yang masih tertidur untuk bisa bermimpi kembali tentang perjuangan yang belum diwujudkan. Sedang yang sudah bangun, harus bersatu dalam perjuangan agar mimpi keadilan terwujud.
“Wujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat. Saatnya!†tutup Iwan Sumule.
BERITA TERKAIT: