Indonesia Sudah Cukup Kerepotan, Pintu Masuk Dari Luar Negeri Harus Segera Ditutup

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 17 Maret 2020, 00:15 WIB
Indonesia Sudah Cukup Kerepotan, Pintu Masuk Dari Luar Negeri Harus Segera Ditutup
Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati/Istimewa
rmol news logo Perjalanan masuk orang dari luar negeri baik dari bandara maupun pelabuhan harus segera ditutup untuk mempermudah penanganan virus corona yang kini tengah mewabah di Indonesia.

Tak cukup sampai di situ, pemerintah juga harus tracing kasus dalam negeri hingga tuntas terkait interaksi pasien positif.

"Jangan sampai di saat kita kerepotan menangani kasus-kasus yang terus bertambah, tetapi pintu masuk dari luar negeri terbuka lebar," tegas Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3).

Bahkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi wabah dari Wuhan, China ini juga harus dimaksimalkan dengan mempercepat kemampuan uji laboratorium terhadap para Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Salah satu yang perlu dilakukan adalah kerja sama pemerintah dengan laboratorium kesehatan milik pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang sudah memiliki standar dan sesuai SOP Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Pusat. Dengan demikian, penyampaian hasil laboratorium ke tim ahli klinis yang didukung penyediaan sarana transportasi medium bisa cepat dilakukan.

Mufida juga meminta pemerintah mengaktifkan semua balai kesehatan sebagaimana dibahas dalam rapat terakhir dengan Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu.

"Pastikan juga ketersediaan reagen dan obat pendukung lainnya, alat kesehatan seperti APD, ventilator, ruang isolasi dan ruang perawatan pasien Covid-19 yang memadai," jelas politisi PKS ini.

Terakhir, ia juga meminta para tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung untuk dilindungi.

"Mereka inilah para pahlawan di tengah krisis seperti ini. Jangan sampai keselamatan mereka terabaikan," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA