Hal itu menyusul rencana mogok nasional gabungan serikat buruh yang dalam waktu dekat akan beramai-ramai turun ke jalan untuk menolak RUU sapu jagat itu.
"Masih dalam konsolidasi membangun kekuatan dan konsolidasi berbagai macam sektor, tidak hanya kaum buruh," ujar Ketua Umum Konfederasi KASBI, Nining Elitos saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (12/3).
Nining Elitos memastikan gelombang protes di daerah masih terus berlanjut hingga aksi mogok nasional digelar. Tercatat, sambungnya, ada ribuan buruh yang berunjuk rasa di sejumlah titik di Jawa Barat.
“Di Garut sekitar 1.000 buruh, Karawang, Cimahi Bandung sekitar 5.000 buruh melakukan aksi yang sama. Kemarin ada Surabaya, Madiun, Jakarta. Tukang ojek, petani, mahasiswa bergerak melakukan aksi bersama rakyat sipil," ucap aktivis perempuan yang mengidolakan mendiang Marsinah ini.
"Kami masih aksi-aksi daerah dan akan ada aksi terus bergelombang," imbuh Nining Elitos menegaskan.
Jutaan buruh mengancam akan melakukan mogok masal secara nasional menolak RUU Ciptaker.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan pihaknya akan melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes.
Namun, langkah itu akan sangat mungkin ditempuh jika pemerintah tidak melakukan dialog dengan para serikat buruh yang terdampak akibat RUU Ciptaker ini.
"Jangan karena kerakusannya, memaksa buruh melawan dengan keras. Tapi kami enggak akan memilih jalan itu (mogok kerja massal) kalau social dialogue dikedepankan," kata Said Iqbal saat jumpa pers di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (11/3) kemarin.
BERITA TERKAIT: