Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar saat menghadiri PKB Jabar Fest dan Inagurasi Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Jawa Barat di Youth Centre Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 14 Juni 2026.
Di hadapan sekitar 11 ribu pengurus DPAC PKB se-Jawa Barat yang hadir secara langsung maupun daring, ia mengaku optimis melihat besarnya potensi lahirnya generasi pemimpin baru dari kalangan kader muda PKB.
"Saya bersyukur melihat 11 ribu anak muda ini. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang akan menggantikan kami untuk membawa republik ini menjadi lebih baik," ujar Muhaimin dikutip dari
Kantor Berita RMOLJabar.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini menilai, Indonesia saat ini sangat membutuhkan regenerasi kepemimpinan yang kuat.
Sebab dalam beberapa dekade terakhir, bangsa ini dianggap masih menghadapi tantangan besar dalam menghadirkan figur pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan rakyat secara nyata.
Untuk itu, ia meminta para Ketua DPAC PKB di seluruh Jawa Barat mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan dengan mengedepankan integritas, keteladanan, dan pengabdian.
"Kita tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai membangun pencitraan. Yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang bekerja dan kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya," tegasnya.
Muhaimin juga mengingatkan agar partai politik tidak hanya mendadak aktif dan muncul menjelang pesta demokrasi atau pemilu saja.
Menurutnya, eksistensi partai harus hadir setiap saat. Terutama ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan pelik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga isu sosial lainnya.
"Partai harus menjadi bagian dari solusi. PKB harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, membutuhkan jalan keluar, dan membutuhkan harapan," cetusnya.
Di lokasi yang sama, Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda menegaskan, PKB Jabar Fest ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kedekatan partai dengan konstituen di akar rumput.
Huda menekankan, konsolidasi organisasi yang dilakukan PKB tidak boleh berhenti pada penguatan struktural semata, melainkan wajib berujung pada program yang bermanfaat bagi rakyat.
"Kerja politik harus berjalan beriringan dengan kerja sosial dan kemanusiaan. Karena itu, setiap proses konsolidasi organisasi harus menghasilkan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," demikian Huda.
BERITA TERKAIT: