Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, peringatan dini banjir yang dilakukan Pemprov pada Rabu (1/1), tidak sesuai dengan curah hujan tinggi, sehingga genangan air muncul secara cepat.
"
Early warning kita tidak termasuk dalam kategori telat. Karena hujannya lokal," kata Dudi dalam diskusi Polemik Trijaya FM, di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina, Baiduri Bulan, Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu (4/1).
Hujan yang terjadi di Jakarta tersebut, diterangkan Dudi, menyebabkan alat peringatan dini alias
early warning tidak berjalan dengan semestinya.
Sebab, biasanya peringatan dini dikeluarkan ke masyarakat dalam kurun waktu 9-12 jam sebelum air dari Bendungan Katulampa Bogor masuk ke daerah DKI.
"Bila hujannya lebat dan lokal seperti itu, ini agak pengalaman pertama baru di DKI. Jadi kondisi saluran kita masih penuh, belum sempat kita kosongkan karena banyak daerah yang tergenang," terang Dudi.
Lebih lanjut, Dudi menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak gagap menghadapi banjir lokal seperti yang terjadi kemarin.
"Enggak gagap bencana. Ini memang luar biasa kejadiannya. Saya bukan ekspert mengenai periode hujan yang datang saat ini. Tapi menurut staf saya yang menghitung, curah hujan (kemarin) memang ekstrem," tutupnya.
BERITA TERKAIT: