Mengutip
Kantor Berita RMOLJateng, peringatan ini berlaku untuk Senin, 15 Juni 2026 besok dengan prediksi durasi lebih lama dibanding hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan rilis resmi nomor B/ME.01.02/135/KTJM/VI/2026 yang ditandatangani Prakirawan BMKG Retna Swasti Karini, fenomena ini dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang memengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.
Karena durasi potensi genangan rob kali ini diprediksi berlangsung lebih lama, masyarakat di kawasan pesisir pantai diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum.
Berdasarkan data pasang surut dari Pushidrosal, BMKG mengingatkan bahwa genangan air laut ini berpotensi mengganggu berbagai lini aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi di wilayah pesisir serta pelabuhan.
Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain gangguan sistem transportasi di jalanan sekitar pelabuhan dan pemukiman pesisir, hambatan aktivitas para petani garam dan operasional perikanan darat atau tambak, dan gangguan pada kelancaran kegiatan bongkar muat komoditas di pelabuhan.
Untuk itu, pihak BMKG mengimbau warga pesisir untuk tetap siaga mengantisipasi segala dampak materiil yang bisa ditimbulkan oleh banjir rob ini.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi secara berkala dari kanal BMKG.
BERITA TERKAIT: