Profesi ini diidam-idamkan banyak orang karena selain pendapatan gaji yang lumayan, tentu saja karena ada jaminan hari tua alias pensiun.
Namun, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan asumsi banyak orang.
Sebab menurutnya, orang baik tidak ada yang mau jadi PNS.
Hal itu disampaikannya dalam acara diskusi publik berteman "Meracik Pegawai Negeri Super" di Hotel Ibis Tamarin, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).
Handoko mengatakan hal itu bukan asal alasan, peneliti LIPI ini merujuk kepada proses seleksi PNS yang memiliki kecenderungan banyak KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
Kendati begitu, menurutnya itu adalah lagu lama.
Saat ini proses seleksi PNS sudah sangat bagus karena masuk sistem dimana semua orang dari seluruh wilayah dapat mengikuti proses seleksi tanpa terkecuali.
"Jadi mengambil orang baik melalui proses yang baik. Jadi entry itu sudah bagus diperbaiki," katanya.
"Begitu dapat orang baik masuk dia tidak toleran dengan keburukan. Apa yang dilakukan yakni perbaikan manajemen internal sudah sangat baik," sambungnya.
Dengan perbaikan sistem tersebut maka dampaknya produktifitas dan mainset berubah. Manajemen itu kemudian dikembangkan dalam reward dan punishment.
"Anak baik itu akan terdistorsi jadi orang buruk kalau lingkungannya kotor. Sesimple itu. Kalau Anda nakal kita kasih hukuman atau pencopotan, kalau baik kita kasih peningkatan karir," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: