Kesepakatan yang dilakukan usai pertemuan di kantor Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan itu juga bisa memperkuat Golkar pada Pilkada Serentak 2020.
"Kesepakatan (Bamsoet dan Airlangga) itu memberikan dasar yang lebih kuat bagi Golkar untuk bisa keluar sebagai pemenang di 2024," kata pengamat politik dari Saiful Mujani Reserch and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/12).
Bahkan Sirojudin memprediksi pada Pemilu Presiden 2024, Golkar bisa berhadapan dengan partai pemenang Pemilu 2019, yakni PDI Perjuangan.
"Mungkin juga Golkar akan punya presiden sendiri dan mungkin akan berkompetisi dengan PDIP. Itu yang penting faktanya," ujarnya.
Sirojudin juga membaca, mundurnya Bamsoet adalah bagian dari kesepakatan internal Partai Golkar agar tidak lagi mengalami konflik internal seperti tahun 2014.
"Konflik internal itu bisa melahirkan perpecahan dan memunculkan partai baru, atau bahkan konflik internalnya itu yang membuat Golkar tidak bisa bekerja karena saling klaim dan saling menjatuhkan di internal kepengurusan, seperti dualisme periode lalu," tutup Sirojudin.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: