Di antara yang hadir adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.
Menurut politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule, kehadiran Budi Gunawan di Papua secara terbuka kurang elok dan memperlihatkan kecanggungan dalam mengelola aktivitas intelijen di saat-saat yang urgent ini.
“Kehadiran Kepala BIN dalam acara tersebut menunjukan dirinya tidak memiliki kemampuan intelijen dan lagi-lagi tidak mengerjakan fungsi intelijen dengan baik,†kata dia.
Menurut Iwan, seharusnya Budi Gunawan menggunakan metode kerja senyap untuk melakukan pencegahan dini atas segala hal yang dapat mengancam keamanan negara.
Iwan yang pernah menjadi calon anggota DPR RI dari Papua juga menyampaikan penilaian umum terhadap kebijakan Jokowi di Papua.
Menurutnya, ada kesan pemerintahan Jokowi seperti kehilangan akal dan tak punya solusi konkret untuk masyarakat Papua. Padahal sejak awal sudah disampaikan bahwa persoalan dasar Papua adalah terjadinya ketidakadilan.
“Intoleransi, radikalisme, ataupun separatisme bisa terjadi karena disebabkan adanya ketidakadilan negara, terutama ekonomi dan hukum.
Pemerintahan Jokowi tidak pernah mau belajar dari kegagalan. Dan mereka yang dianggap gagal seperti Kepala BIN dan Menkeu masih saja dipertahankan.
Berharap hasil yang berbeda dari orang dan metode yang sama adalah kebodohan,†ujarnya sambil mengutip pernyataan Einstein.
BERITA TERKAIT: