Acara tersebut digelar dalam diskusi terbuka bertema "Mengorkestrasi Pendidikan Dengan SDM Masa Depan" di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (27/11).
Hadir sebagai pembicara dua anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Puteri Komaruddin dan Adrian J. Paruntu.
Keduanya mendengar masukan dari sejumlah praktisi pendidikan, diantaranya Wakil Sekjen PB PGRI Jejen Musfah dan Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim.
"Jadi problematika pendidikan kita masih sama, bahwa kesejahteraan tenaga pengajar belum sepenuhnya terpenuhi. Terlebih yang honorer, dapat honor yang honornya horor," kata Satriwan.
Hal yang sama pun diamini oleh Jejen. Bahwa, tidak meratanya kesejahteraan guru juga berdampak juga pada kualitas pendidikan.
Faktor lainnya, kata dia, pemerintah juga perlu memberi perhatian lebih terhadap Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai tempat pelatihan para guru.
"Ini perlu juga diperhatikan soal LPTK, dalam beberapa kasus ada LPTK tidak sesuai standar yang seharusnya. Bahkan, berdiri di tempat yang tidak seharusnya seperti ruko-ruko," ungkap Jejen.
Mendapat masukan seperti itu, Puteri mengaku seperti mendapat informasi yang sangat baik dan akan menjadi masukan yang bagus bagi Partai Golkar.
"Jadi masukan ini baik bagi partai dan akan menjadi masukan bagi Munas. Terlebih, kita punya Wakil Ketua Komisi X, Ibu Hetifah yang membidangi pendidikan," demikian Puteri.
BERITA TERKAIT: