Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengatakan penggunaan kata target tidak tepat. Sebab, 5,3 persen yang dimaksud sebatas angan-angan yang didasarkan pertemuan pemerintah dengan DPR.
“Itu kan kongkow-kongkow DPR, sama Komisi XI. Tapi itu tidak berdasarkan perkiraan ilmiah yang begitu baik, itu
wishfull thinking (angan-angan) aja," ungkapnya dalam ulang tahun LP3ES di Gedung JDC, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/8).
Didik ragu target 5,3 persen bakal tercapai. Menurutnya, kebijakan yang ditawarkan pemerintah tidak menunjukkan tanda-tanda mendukung pencapaian tersebut.
“Nggak mungkin sampai, karena tidak ada faktor-faktor yang mendorong ke arah itu," tegasnya.
Dia bahkan mengibaratkan seorang pemain sepakbola yang mengharap bisa mencetak skor tinggi tapi tidak pernah melakukan usaha di depan gawang.
“Kan kita nggak percaya, ya nggak? Saya nggak percaya karena usahanya ke arah-arah itu nggak ada, kebijakan ke arah itu tidak maksimal dan itu seperti biasa saja," sambung dia.
BERITA TERKAIT: