Memaknai Komunikasi Jokowi, Terbukanya Peluang Kursi Menteri Untuk Oposisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Rabu, 03 Juli 2019, 01:48 WIB
Memaknai Komunikasi Jokowi, Terbukanya Peluang Kursi Menteri Untuk Oposisi
Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin/Net
rmol news logo Pengamat politik dari Presidential Decode Studies UGM, Nyarwi Ahmad menganalisis peluang peta koalisi di pemerintahan Jokowi-Maruf di periode 2019-2024.

Berdasarkan analisisnya, partai politik yang sebelumnya berstatus oposisi pemerintah berpeluang untuk duduk dan bekerja sama dengan pemerintahan Jokowi di periode keduanya, dalam artaian posisi menteri.

Hal itu terlihat pada gaya komunikasi Jokowi yang terbuka dengan adanya rekonsiliasi.

"Kalau misalnya semangat yang di bawa adalah rekonsiliasi itu adalah pihak-pihak yang di luar kubu 01, tentu jelas ada peluang (parpol oposisi bergabung). Kalau kita lihat di lapangan kan juga ada interaksi yang sudah terbuka, Jokowi sendiri menyampaikan membuka diri kerja sama dengan siapapun," ujar Nyarwi kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (2/7).

Menurut Nyarwi, pernyataan Jokowi tak lebih pada ajakan kepada orang di luar Tim Kampanye Nasional (TKN) 01. Atau dengan kata lain partai politik pengusung Prabowo-Sandi.

"Itu artinya membuka peluang kemungkinan untuk pihak-pihak seperti Demokrat, PAN, bahkan rumornya Gerindra juga akan gabung," jelasnya.

Namun demikian, peluang tersebut akan disaring di internal Jokowi beserta elite politik pendukungnya yang jumlahnya juga diketahui tak sedikit.

"Soal seperti apa pilihan-pilihan itu ya tergantung kepada presiden. Kedua, ketua umum partai pengusung presiden itu sendiri, dan juga fungsionaris yang ada di lingkaran presiden akan memberikan pertimbangan," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA