Teddy Indra Wijaya dan Sudaryono bukanlah dua "santri" binaan Prabowo saja. Ada santri lain seperti Sugiono, Prasetyo Hadi, Simon Aloysius Mantiri, Angga Raka, termasuk Edhy Prabowo, yang sempat dipenjara saat menjadi Menteri KKP, di era Joko Widodo alias Jokowi.
Semua "santri" binaan Prabowo tersebut saat ini menempati posisi strategis. Memang, ada yang masih menempati posisi lapis kedua, tapi terlihat hanya menunggu waktu saja. Malah Eddy Prabowo yang berkasus, masih "nyantri" dengan Prabowo.
Edhy Prabowo dikeluarkan dari Akmil entah sebab apa dan bertemu Prabowo langsung direkrut.
Sugiono, direkrut Prabowo saat masih berpangkat Lettu. Artinya, binaan Prabowo harus keluar sebagai anggota TNI, bukan aib. Tapi, kenapa untuk Teddy Indra Wijaya harus tetap menjadi anggota TNI?
Berarti memang, Prabowo punya target lain atau target lebih terhadap Teddy Indra Wijaya.
Tidak seperti Edhy Prabowo dan Sugiono, yang keluar sebagai anggota TNI, melanjutkan kepemimpinan sipil, bukan militer.
Tapi Teddy agaknya akan diplot keduanya. Pemimpin sipil sekaligus militer.
Bahkan, santri seperti Prasetyo Hadi, Sudaryono, dan Simon Aloysius Mantiri, tidak sempat meniti karir di TNI, kendatipun juga alumni SMA Taruna Nusantara, Mangelang.
Mereka agaknya memang diplot sebagai pemimpin sipil yang berdisiplin militer. Sebagai "kiai", Prabowo tentu punya target dan itu wajar-wajar saja.
Apakah karena saat ini Prabowo menjabat sebagai Presiden? Artinya, karir militer Teddy bisa berlanjut, tidak seperti Edhy Prasetyo, Sugiono, dan yang lainnya? Bisa saja.
Sebab, sudah menjadi rahasia umum, ordal itu masih ada. Seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga berhenti, justru saat SBY tak lagi menjadi Presiden.
Seperti Prabowo yang juga seorang Jenderal TNI, dan juga pemimpin sipil saat ini sebagai Presiden, apakah akan ke sana juga muara dari karir seorang Teddy Indra Wijaya diplot Prabowo?
Bisa iya, bisa juga tidak. Prabowo tentu yang paling tahu bakat dan level kemampuan para "santrinya".
Dan jalan masih panjang, tapi Teddy sudah diserang banyak orang.
Erizal Direktur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: