Djamari menegaskan bahwa Polri harus menjadi institusi yang dicintai rakyat. Karena itu, para perwira Polri harus mampu membangun karakter dan kepribadian yang dapat diteladani.
Dia menekankan bahwa menjadi perwira Polri bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian. Oleh karena itu, dibutuhkan mental, semangat, dan kepribadian yang tangguh dalam menjalankan tugas.
“Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup,” ujar Djamari dikutip
RMOLJateng, Sabtu 9 Mei 2026.
Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan wilayah yang luas serta keragaman budaya yang tinggi. Karena itu, para taruna harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai karakter dan kultur masyarakat saat nantinya bertugas di berbagai daerah.
“Kalian harus siap ditugaskan di seluruh tanah air. Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan tugas seorang perwira Polri tidaklah mudah. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus mampu membangun kedekatan dan kerja sama dengan anak buah. Kedekatan dengan anggota, menurutnya, tidak akan mengurangi wibawa seorang perwira.
“Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: